← Kembali ke Beranda
Ilustrasi Artikel

Proyek Praktis: Kalkulator BMI (Body Mass Index)

Halo Sobat Jurnal Coding! Pernahkah kamu menyadari satu kebiasaan buruk yang hampir pasti dimiliki oleh semua programmer pemula maupun profesional? Ya, kita terlalu banyak duduk!

Coba bayangkan rutinitas kita: duduk berjam-jam menatap layar monitor, memecahkan bug yang bikin pusing, ngemil camilan manis agar otak tetap jalan, ditemani segelas es kopi susu, dan... boro-boro mau olahraga, beranjak dari kursi saja rasanya berat sekali kalau kode programnya belum berhasil jalan.

Gaya hidup "kurang gerak" ini sering kali membuat berat badan kita naik tanpa disadari. Oleh karena itu, daripada kita hanya membuat aplikasi untuk orang lain, bagaimana kalau hari ini kita membuat aplikasi untuk mengingatkan diri kita sendiri?

Kita akan membuat Proyek Kalkulator BMI (Body Mass Index). BMI adalah indikator standar medis untuk mengetahui apakah berat badan kita saat ini tergolong kurus, ideal, gemuk, atau obesitas berdasarkan tinggi badan kita.

### Langkah 1: Merancang Wajah Kalkulator (HTML)

Sebelum kita membuat logikanya, kita harus menyiapkan "formulir" tempat kita memasukkan angka berat dan tinggi badan. Kita akan menggunakan tag input di HTML dan memberikan mereka ID khusus agar nanti bisa ditangkap oleh JavaScript.



Cek Kesehatanmu!











Hasilnya akan muncul di sini...





### Langkah 2: Menghidupkan Kalkulator dengan JavaScript (DOM)

Sekarang, mari kita berikan "nyawa" pada formulir tersebut. Rumus matematika asli untuk menghitung BMI sebenarnya sangat sederhana, yaitu: Berat Badan (dalam kilogram) dibagi dengan (Tinggi Badan dalam meter yang dikuadratkan).

Nah, karena di form kita meminta tinggi badan dalam ukuran Sentimeter (agar lebih mudah diketik), kita harus membaginya dengan 100 dulu di dalam JavaScript agar berubah menjadi Meter.

Mari kita tulis logika programnya:


// Menangkap elemen dari HTML
const tombolHitung = document.getElementById("tombol-hitung");
const teksHasil = document.getElementById("teks-hasil");

tombolHitung.addEventListener("click", function() {
// Mengambil angka yang diketik oleh pengguna
let berat = document.getElementById("input-berat").value;
let tinggiCm = document.getElementById("input-tinggi").value;

// Validasi: Cegah jika pengguna belum mengisi angka
if(berat === "" || tinggiCm === "") {
alert("Hei! Isi dulu berat dan tingginya dong!");
return; // Menghentikan program agar tidak lanjut ke bawah
}

// Ubah tinggi dari cm ke meter
let tinggiMeter = tinggiCm / 100;

// Proses hitung rumus BMI
let angkaBMI = berat / (tinggiMeter * tinggiMeter);

// Membulatkan hasil menjadi 1 angka di belakang koma (misal: 22.5)
let hasilAkhir = angkaBMI.toFixed(1);
let statusKesehatan = "";

// Logika Pengambil Keputusan (If/Else)
if (hasilAkhir < 18.5) {
statusKesehatan = "Kekurangan Berat Badan (Makan yang banyak ya!)";
}
else if (hasilAkhir >= 18.5 && hasilAkhir <= 24.9) {
statusKesehatan = "Normal / Ideal (Mantap, pertahankan!)";
}
else if (hasilAkhir >= 25.0 && hasilAkhir <= 29.9) {
statusKesehatan = "Kelebihan Berat Badan (Mulai kurangi es kopi susunya)";
}
else {
statusKesehatan = "Kegemukan / Obesitas (Ayo mulai olahraga ringan!)";
}

// Tampilkan ke layar pembaca
teksHasil.innerHTML = "Skor BMI Kamu: " + hasilAkhir + "
Status: " + statusKesehatan;
});


### Kepuasan Membuat Alat Sendiri

Cobalah satukan kode HTML dan JavaScript di atas, lalu buka di browsermu. Saat kamu memasukkan angka dan menekan tombol "Hitung BMI Saya", layar akan langsung merespons dengan cepat.

Sangat memuaskan, bukan? Dibandingkan kita mendownload aplikasi kalkulator di App Store yang penuh dengan iklan, sebagai programmer kita bisa merakit alat kesehatan kita sendiri hanya dalam waktu kurang dari 10 menit!

Sebagai PR (Pekerjaan Rumah) tambahan buatmu, cobalah tambahkan kode CSS agar tombolnya berwarna cerah saat dilewati mouse (hover), dan beri warna teks merah jika statusnya obesitas. Selamat ngoding, dan jangan lupa regangkan otot-ototmu setiap 2 jam sekali!

Apa pendapatmu tentang artikel ini?