UI vs UX: Jangan Sampai Tertukar! Ini Bedanya
Halo Sobat Jurnal Coding! Jika kamu sedang berselancar mencari lowongan pekerjaan di dunia digital, kamu pasti akan selalu melihat posisi UI/UX Designer. Karena kedua huruf ini selalu ditulis bergandengan tangan, banyak orang yang mengira bahwa UI dan UX adalah satu pekerjaan yang sama.
Padahal, kenyataannya, UI (Antarmuka Pengguna) dan UX (Pengalaman Pengguna) adalah dua bidang ilmu yang sangat berbeda, meskipun mereka berdua memang tidak bisa dipisahkan!
Untuk membedakannya dengan sangat mudah, mari kita gunakan analogi desain Botol Saus Tomat.
### UI (User Interface): Wajah yang Cantik
UI adalah singkatan dari User Interface. Ini adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan estetika, keindahan, dan visual yang ditangkap oleh mata.
Dalam kasus botol saus tomat, desain UI adalah bentuk botol kaca yang ramping, warna stiker merah menyala yang mewah, dan jenis huruf tipografi yang elegan pada logonya. Di dalam sebuah website, tugas seorang UI Designer adalah memilih kombinasi warna (seperti Dark Mode), menentukan seberapa melengkung sudut sebuah tombol, dan memilih animasi yang enak dilihat.
Intinya: UI membuat pengguna berkata, "Wah, website ini cantik sekali!"
### UX (User Experience): Rasa yang Nyaman
Di sisi lain, UX adalah singkatan dari User Experience. Ini adalah ilmu psikologi yang berurusan dengan logika, kemudahan, dan perasaan pengguna saat memakai produk tersebut.
Kembali ke botol saus tomat kaca yang cantik tadi. Saat kamu ingin menumpahkan sausnya ke atas piring, sausnya susah keluar karena terperangkap di dasar botol kaca yang keras. Kamu harus memukul-mukul pantat botolnya dengan susah payah. Itu adalah contoh UX yang sangat BURUK!
Kemudian datanglah desain botol saus tomat yang baru: Terbuat dari plastik yang bisa dipencet, dan tutupnya diletakkan di bagian bawah agar saus selalu siap tumpah berkat gaya gravitasi. Bentuknya mungkin tidak semewah botol kaca, tetapi penggunaannya sangat memanjakan pelanggan. Itulah contoh UX yang SANGAT BAIK!
Di dalam website, tugas seorang UX Designer adalah memastikan pengunjung tidak kebingungan. Mereka memastikan tombol beli mudah ditemukan, tulisan mudah dibaca, dan proses pendaftaran tidak berbelit-belit.
Intinya: UX membuat pengguna berkata, "Wah, website ini gampang banget dipakainya!"
Kini kamu tahu bedanya. Sebuah website yang sukses (seperti Apple atau Google) harus memiliki UI yang cantik sekaligus UX yang memanjakan manusia. Manakah dari kedua bidang ini yang lebih menarik minat kreativitasmu?
Padahal, kenyataannya, UI (Antarmuka Pengguna) dan UX (Pengalaman Pengguna) adalah dua bidang ilmu yang sangat berbeda, meskipun mereka berdua memang tidak bisa dipisahkan!
Untuk membedakannya dengan sangat mudah, mari kita gunakan analogi desain Botol Saus Tomat.
### UI (User Interface): Wajah yang Cantik
UI adalah singkatan dari User Interface. Ini adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan estetika, keindahan, dan visual yang ditangkap oleh mata.
Dalam kasus botol saus tomat, desain UI adalah bentuk botol kaca yang ramping, warna stiker merah menyala yang mewah, dan jenis huruf tipografi yang elegan pada logonya. Di dalam sebuah website, tugas seorang UI Designer adalah memilih kombinasi warna (seperti Dark Mode), menentukan seberapa melengkung sudut sebuah tombol, dan memilih animasi yang enak dilihat.
Intinya: UI membuat pengguna berkata, "Wah, website ini cantik sekali!"
### UX (User Experience): Rasa yang Nyaman
Di sisi lain, UX adalah singkatan dari User Experience. Ini adalah ilmu psikologi yang berurusan dengan logika, kemudahan, dan perasaan pengguna saat memakai produk tersebut.
Kembali ke botol saus tomat kaca yang cantik tadi. Saat kamu ingin menumpahkan sausnya ke atas piring, sausnya susah keluar karena terperangkap di dasar botol kaca yang keras. Kamu harus memukul-mukul pantat botolnya dengan susah payah. Itu adalah contoh UX yang sangat BURUK!
Kemudian datanglah desain botol saus tomat yang baru: Terbuat dari plastik yang bisa dipencet, dan tutupnya diletakkan di bagian bawah agar saus selalu siap tumpah berkat gaya gravitasi. Bentuknya mungkin tidak semewah botol kaca, tetapi penggunaannya sangat memanjakan pelanggan. Itulah contoh UX yang SANGAT BAIK!
Di dalam website, tugas seorang UX Designer adalah memastikan pengunjung tidak kebingungan. Mereka memastikan tombol beli mudah ditemukan, tulisan mudah dibaca, dan proses pendaftaran tidak berbelit-belit.
Intinya: UX membuat pengguna berkata, "Wah, website ini gampang banget dipakainya!"
Kini kamu tahu bedanya. Sebuah website yang sukses (seperti Apple atau Google) harus memiliki UI yang cantik sekaligus UX yang memanjakan manusia. Manakah dari kedua bidang ini yang lebih menarik minat kreativitasmu?